Selasa, 24 Juni 2008

--Grieveous Moment--

Life is a mystery... semua orang juga tau kalii... !! kita gak pernah tau what will happend in the future... mungkin kalo kita udah tau kita akan lebih ready untuk menerima semua kejadian-kejadian yang akan terjadi.....
kebahagiaan, kesedihan, persahabatan, pertengkaran pertemuan, perpisahan dan apapun itu bentuknya selalu datang silih berganti dalam hidup...
ketika manusia bertemu "seseorang" kebahagian dan senyuman selalu menjadi daftar tetap dalam suatu fase kehidupan... kebersamaan terus menerus membuat ada suatu perasaaan yang disebut dengan "CINTA"... kemudian ketika manusia mulai mencintai lawan jenisnya muncul berbagai perasaan baru such as : cemburu, kangen, pengen dimanja bla bla bla dan perasaan-perasaan lainnya yang jauh diluar perkiraan..
Tiba-tiba.. ***DHUAAR*** kebahagian CINTA itu.. berubah menjadi amarah dan kebencian... ketika manusia yang dicintainya habis2an tega mengkhianati cintanya..
kemudian.. atas nama CINTA.... manusia ini memberikan maaf nya, memberikan kesempatan bagi pasangannya untuk memperbaiki kesalahan... atas nama CINTA pula, manusia yang tadinya merupakan makhluk yang tough dan mandiri menjadi manusia cengeng, lemah yang sudah pasti menagis merupakan agenda wajib... tapi... manusia tetap manusia... Ego yang dijatuhkan, kemarahan dan harga diri karena pengkhianatan berontak.. (disini logika mulai bermain, logika pun berkata "masa sih.. loe mau diginiin, loe tuh masih punya modal untuk mencari pasangan yg jauh lebih menghargai loe").. Next.. LOGIKA berbicara.. manusia tersebut memutuskan untuk MELUPAKAN dan memlihara perasaan BENCI..
day... by... day... si Pasangan datang kembali... meminta untuk kembali..*PAUSE* si Manusia pun mulai goyah.. pertahanan rontok.. keBENCIAN memudar.. rasa CINTA kembali datang.. malah lebih DHASYAT.., takut kehilangan, insecure dan sebagainya.. kemudian timbul suatu fase yang namanya "LOGIKA SIAPA TUH..." harapan terus dipupuk oleh si Manusia (=bodoh) dan ternyata... si Pasangan tak bertanggungjawab itu hanya OMONGKOSONG. DAMN...!!! si Pasangan pun berkata: "hai manusia, i do really love you so much... but i dont know why i can't leave him/her for you"... so what do you think about "si Pasangan" guys??
Si Manusia pun 2 kali menjadi lebih lemah, rapuh dan tidak berdaya dan kembali agenda menangis menjadi wajib berharap bahwa si Pasangan hanya Khilaf dan sebagainya...
duh.. so sad guys.. gak ada manusia yang berharap untuk mengalami such Griveous Moment aforementioned .. tapi Tuhan itu punya rencana terhadap Umat-Nya.. the Griveous Moment mungkin cara Tuhan supaya si Manusia meminta dengan ikhlas dan sungguh-sungguh..
But.. lagi lagi manusia ya cuma manusia, walapun ada cipta, rasa dan karsa.. ternyata 3 item itu gak bisa dipergunakan semaksimalnya ketika dia mengalami kesedihan, kebimbangan dan kedukaan..
Berat memang untuk melalui unhappy moment ini... ada yang kuat ada yang pura-pura kuat.. ada yang memang lemah.. which one do you prefer?

1 komentar:

veilside mengatakan...

semua tentang penerimaan...

kadang benar... ketika kita sampai pada suatu kondisi, dimana kita tidak bisa lagi mencari alasan jawaban atas apa yg kita hadapi, kita akan mengalihkannya dengan mencari kambing hitam. dan dengan mudah kita akan merasa lebih "ringan" karna somehow kita punya pihak yang dipersalahkan. lalu kita akan "move on"... merasa bahwa kita benar, dan kemudian... bertemulah kita pada titik yg sama... dan lagi2 kesalahan yang sama terulang lagi.

begitu mudahnya kita melihat kesalahan orang lain, kadang bahkan kita membuat diri kita merasa lebih baik dengan melihat kekurangan dan kesalahan orang lain. semua kadang kita lakukan, hanya karna kita tidak cukup kuat untuk menghadapi diri kita sendiri. merasa bersalah adalah perasaan yang paling berat, menurut kita, untuk mau kita kita hadapi.

padahal, dengan merasa bersalah, tau dan sadar dimana salahnya kita...maka akan dengan sendirinya otak kita akan berputar untuk bagaimana cara membetulkan apa yang salah itu. dengan memperbaikinya, jika kita masih punya kesempatan (dimana kita selalu punya hal itu), atau dengan memakai rumus baru yang benar untuk kemudian hari.

jadi, dengan mengakui kesalahan, mengambil pelajaran dan pengalaman darinya, kita diharapkan akan menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya... bahkan mungkin setiap detiknya....

pasti inilah alasan kenapa manusia itu diberi akal. yang membedakan kita dengan binatang. manusia itu tak ubahnya dengan binatang yang berakal bukan?

Tuhan memberi kita fasilitas yang tak berbatas untuk belajar. kita bisa belajar darimana saja. untuk mengkaji dan menyerap apa yang baik untuk diri kita.

sebagai makhluk sosial, manusia hidup berdampingan dengan manusia lainnya, membentuk kelompok, ras, bangsa... dalam setiap kelompok, selalu ada tolok ukur yang menyatukannya. baik cara berbudaya, berbahasa, dan lain2.

kenapa dibentuk semua itu? karna manusia punya satu keinginan yang sama, yaitu PENERIMAAN. kita hanya ingin diterima dan diakui, oleh manusia2 yang lain. yang membuktikan eksistensi kita di bumi ini.

dan porosnya adalah diri kita sendiri. jika kita tidak bisa belajar untuk benar2 menerima diri kita sendiri, apakah mungkin "dunia" akan menerima kita dengan sebaik2nya? ataukah kita mau memilih untuk "dinilai" baik demi untuk bisa diterima? apakah sebuah penerimaan diri kita yang palsu ini dapat membuat kita merasa lebih baik?

setiap kita, diciptakan dengan indah dan sempurna oleh Tuhan. setiap kita ini, istimewa. mengenal diri sendiri bukan hal mudah. tapi juga tidak susah jika kita benar2 mau melihat dengan baik.

kita dibekali dengan pendidikan dari berbagai sumber, baik dari keluarga, sekolah, lingkungan dan lain2. untuk apa? untuk memberi makan pikiran kita, agar cukup dengan ilmu. agar kita tau bagaimana mesti bersikap, berbicara yang baik, berkendaraan, membayar pajak, menggunakan telepon, dsb..dsb...

nah, bagaimana kita tau mana yang baik dan mana yang salah?

mudah. dengarkan hati kita. itu jendela kita dengan Tuhan. Hati kita berisi hal2 yang kita tidak tau. yang Tuhan akan langsung bisikkan pada kita. hati kita akan memberi "alarm" terhadap segala sesuatu. kita hanya tinggal mendengarkannya saja, mengkombinasikannya dengan pikiran (pengetahuan) kita... dan akan menghasilkan rasa dalam diri kita. dan inilah perpaduan yang sempurna.

Tuhan dengan segala cara-Nya... dengan unik akan selalu menuntun kita berjalan. ke arah yang seharusnya kita tuju.

mungkin.... inilah hakikat mata hati. yang membuat kita tidak buta